Sasuke's Mangekyō Sharingan

Wednesday, 21 May 2014

Realita Kepemimpinan Dalam Islam





REALITA KEPEMIMPINAN DALAM ISLAM




Karya tulis ini dibuat sebagai
tugas mata pelajaran bahasa indonesia
Oleh :
Wildan Fauzan




KEMENTERIAN AGAMA
MADRASAH ALIYAH NEGERI MODEL BANGKALAN
Mei 2014

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.        Latar Belakang
Misi utama seorang pemimpin yaitu melakukan perubahan. Melakukan perubahan tidak mudah. Hal ini terjadi karena masyarakat memiliki keinginan yang berlawanan arah. Pada satu sisi, mereka menginginkan perubahan tetapi pada waktu bersamaan mereka juga ingin mempetahankan tradisinya. Persoalan di seputar psikologis, sosiologis, budaya, dan bahkan politis mengakibatkan seorang pemimpin mengalami kesulitan dalam melakukan perubahan.
Kesediaan berkorban bagi seorang pemimpin akan dilihat sebagai kesungguhannya dalam berusaha meraih visi yang diinginkan. Kebanyakan orang akan mengikuti pemimpin yang teguh pendirian, mementingkan orang banyak, dan sanggup menanggung resiko yang diakibatkan dari keputusan yang diambilnya. Namun pada kenyataannya, pemimpin yang mampu menunjukkan kinerja seperti itu ternyata tidak banyak jumlahnya. Banyak pemimpin yang keberhasilannya bukan diukur dari seberapa jauh membuat perubahan, melainkan diukur dari seberapa banyak kesejahteraan yang diperoleh dari posisinya sebagai pemimpin.
Alasan penulis mengangkat judul Realita Kepemimpinan Dalam Islam karena banyak terjadi pemimpin di era modern ini belum memahami betul bagaimana realita kepemimpinan dalam islam yang telah diajarkan oleh Baginda Rasul Muhammad SAW untuk menjadi pemimpin (Amirul Mukminin).

1.2.        Rumusan Masalah
1.2.1.  Bagaimana realita kepemimpinan dalam islam?

1.3.         Tujuan
1.3.1.  Mendeskripsikan realita kepemimpinan dalam islam

1.4.        Manfaat
1.4.1.  Bagi Calon Pemimpin
Agar dapat meneladani dan menerapkan jiwa kepemimpinan yang ada pada diri Rasulullah SAW.
1.4.2.  Bagi Siswa
Agar dapat meneladani dan belajar untuk menjadi pemimpin yang ada pada diri Rasulullah SAW.
1.4.3.  Bagi Pengajar (Guru)
Agar dapat memberikan sifat kepemimpinan terhadap murid untuk menjadi pemimpin yang ada pada diri Rasulullah SAW.
1.4.4.  Bagi Masyarakat
Agar dapat meneladani dan memilih pemimpin yang memiliki sifat kepemimpinan yang ada pada diri Rasulullah SAW.


BAB II
KAJIAN TEORI

2.1. Konsep Kepemimpinan
2.1.1. Pengertian Kepemimpinan
          Kepemimpinan memililki berbagai implikasi sebagai berikut:
a.       Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain yaitu para karyawan atau bawahan yang harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin.
b.      Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang dengan kekuasaannya mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan.
c.       Pemimpin harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri, sikap bertanggung jawab yang tulus, pengetahuan, keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan, kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain dalam membangun organisasi. (Mardiyah, 2012:40-41)
Berdasarkan implikasi di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah perilaku individu yang mengarahkan orang atau pihak lain untuk mencapai sasaran yang memuaskan dan memberikan kontribusinya demi efektifitas dan keberhasilan dalam membangun organisasi.
2.1.2. Model Kepemimpinan
Mardiyah (2012:41-42) dalam bukunya Kepemimpinan Kiai dalam Memelihara Budaya Organisasi menjelaskan bahwa ada 5 model kepemimpinan, sebagai berikut:
a.       Traits model of leadership (1900-1950) yang lebih banyak meneliti tentang watak individu yang melekat pada diri para pemimpin.
b.      Model of situational leadership (1970-1980) yang lebih fokus pada factor situasi sebagai variabel penentu kemapuan kepemimpinan.
c.       Model of effective leaders (1960-1980) yang mampu menangani aspek organisasi dan manusianya sekaligus.
d.      Contingency model (1960-1980) dianggap lebih sempurna dari pada model yang lainnya, namun belum dapat menghasilkan klarifikasi yang jelas tentang kombinasi yang paling efektif antara karakteristik pribadi, tingkah laku pemimpin, dan variabel situasional.
e.       Model of transformational leadership (1970-1990) Konsep ini dinilai telah mengintegrasikan dan sekaligus menyempurnakan ide-ide yang dikembangkan dalam model-model sebelumnya.

2.1.3. Kepemimpina Abad ke-21
a.       Kepemimpinan Transaksional
Mardiyah (2012:42-43) Kepemimpinan transaksional merupakan suatu bentuk hubungan yang mepertukarkan jabatan atau tugas tertentu jika bawahan mampu menyelesaikan dengan baik tugas tersebut. Jadi, kepemimpinan transaksional menekankan proses hubungan pertukaran yang bernilai ekonomis untuk memenuhi kebutuhan biologis dan psikologis sesuai dengan kontrak yang telah mereka sepakati bersama.



Dengan demikian, proses kepemimpinan transaksional dapat ditunjukkan melalui sejumlah dimensi perilaku, sebagai berikut:
1.      Active management by exception, terjadi jika pimpinan menetapkan sejumlah aturan yang perlu ditaati dan secara ketat ia melakukan kontrol agar bawahan terhindar dari berbagai kesalahan, kegagalan, dan melakukan intervensi dan koreksi untuk perbaikan.
2.      Passive management by exception, memungkinkan pemimpin hanya dapat melakukan intervensi dan koreksi apabila masalahnya makin memburuk atau bertambah serius.
b.      Kepemimpinan Transformasional
Kemampuan transformasional merupakan kemampuan pemimpin mengubah lingkungan kerja, motivasi kerja, dan pola kerja, nilai-nilai kerja yang dipersepsikan bawahan sehingga mereka lebih mampu mengoptimalkan kinerja untuk mencapai tujuan organisasi. Artinya, sebuah proses transformasional terjadi dalam hubungan kepemimpinan manakala pemimpin membangun kesadaran bawahan akan pentingnya nilai kerja, meperluas dan meningkatkan kebutuhan melampaui minat pribadi serta mendorong peruabahan tersebut ke arah kepentingan bersama.(Mardiyah, 2012:43-44)
Yukl (1999:287) Proses transformal dapat terlihat melalui sejumlah perilaku, sebagai berikut:
1.      Attributed charisma; Pemimpin yang memiliki karisma yan memperlihatkan visi, kemampuan, dan keahliannya serta tindakan yang lebih mendahulukan kepentingan organisasi dan kepentingan orang lain (masyarakat) daripada kepentingan pribadi.
2.      Idealized influence; Pemimpin tipe ini berupaya memengaruhi bawahannya melalui komunikasi langsung dengan menekankan pentingnya nila-nilai, asumsi-asumsi, komitmen dan keyakinan, serta memiliki tekad untuk mencapai tujuan dengan senantiasa mempertimbangkan akibat-akibat moral dan etik dari setiap keputusan yang dibuat.
3.      Inspirational motivation; Pemimpin ini bertindak denagn cara memotivasi dan memberikan inspirasi kepada bawahan melalui pemberian arti dan tantangan terhadap tugas bawahan.
4.      Intellectual simulation; Pemimpin ini mendorong bawahan untuk memikirkan kembali cara kerja dan mencari cara-cara kerja baru dalam menyelesaikan tugasnya.
5.      Individualized consideration; Pemimpin ini memberikan perhatian pribadi kepada bawahannya, seperti memperlakukan mereka sebagai pribadi yang utuh dan menghargai sikap peduli mereka terhadap organisasi.














2.2. Kepemimpinan dalam Islam
2.2.1. Pengertian Kepemimpinan dalam Islam
Kepemimpinan telah menjadi topik pembicaraan dan pembahasan sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sejak zaman Nabi Adam as, sudah dibutuhkan adanya pemimpin yang dapat mengatur hubungan manusia. Nabi Adam as telah mendapat amanah dari Allah SWT sebagai khalifah atau pemimpin untuk mengatur ekosistem alam semesta ini dengan baik. Sebagaimana dalam firman Allah SWT:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ
  Artinya: “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".
Mardiyah (2012:48-50) Terminologi pemimpin dalam Al-Qur’an, sebagai berikut:
a.       Khalifah
Khalifah adalah seseorang yang diangkat sebagai pemimpin dan penguasa di muka bumi untuk mengemban fungsi dan tugas-tugas tertentu dalam kepentingan-kepentingan agama dan dunia.
b.      Ulu al-Amri
Ulu al-Amri adalah pemilik kekuasaan dan pemilik hak untuk memerintahkan sesuatu berarti yang bersangkutan memiliki kekuasaan untuk mengatur dan mengendalikan keadaan.
c.       Imam
Imam adalah setiap orang yang dapat diikuti dan ditampilkan ke depan dalam berbagai masalah.
d.      Al-Malik
Al-Malik adalah nama bagi setiap orang yang memiliki kemampuan di bidang politik pemerintahan.
Beberapa ayat yang menjelaskan tentang sifat-sifat terpuji yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin berdasarkan perspektif al-Qur’an meliputi:
1.      Berpengetahuan luas, kreatif inisiatif, peka, lapang dada, dan selalu tanggap (Q.S. Al-Mujadilah, 58:11)
2.      Bertindak adil, jujur, dan konsekuen (Q.S. An-Nisa, 04:58)
3.      Bertanggung jawab (Q.S. Al-An’am, 06:164)
4.      Selektif terhadap informasi (Q.S. Al-Hujarat, 49:16)
5.      Senantiasa memberikan peringatan (Q.S. Adz-Dzariyat, 51:55)
6.      Mampu memberikan petunjuk dan pengarahan (Q.S. As-Sajdah, 32:24)
7.      Suka bermusyawarah (Q.S. Ali Imran, 03:159)
8.      Istiqomah dan teguh pendirian (Q.S. Al-Ahqaf, 46:13)
9.      Senang berbuat kebaikan (Q.S. Al-Baqarah, 02:195)
10.  Selalu berkeinginan meringankan beban orang lain, lembut terhadap orang mukmin (Q.S. At-Taubah, 09:128)
11.  Kreatif dan tawakkal (Q.S. Al-Qashas, 28:77)
12.  Mempunyai semangat kompetitif (Q.S. Al-Baqarah, 02:148)
13.  Estetik, berkepribadian baik dan berpenampilan rapi (Q.S. Al-A’raf, 07:31)
14.  Selalu harmonis dan proporsional dalam bertindak (Q.S. Al-Baqarah, 02:190)
15.  Disiplin dan produktif (Q.S. Al-Ashr, 103)

2.2.2.  Kepemimpinan dalam kepribadian Rasulullah SAW
Kartajaya dan Sula (2006:120) Dalam teori kepemimpinan Islam juga menwarkan konsep tentang karakteristik-karakteristik seorang pemimpin sebagaimana yang terdapat pada diri Rasulullah SAW, sebagai berikut:
a.       Siddiq, adalah sifat Rasulullah SAW yang benar dan jujur. Seorang pemimpin harus senantiasa berperilaku benar dan jujur dalam sepanjang kepemimpinannya, Benar dalam mengambil keputusan yang menyangkut visi dan misi, serta efektif dan efisien dalam operasionalnya dalam lapangan.
b.      Amanah, adalah sifat Rasulullah SAW yang dapat dipercaya dan bertanggung jawab. Seorang pemimpin harus memiliki tanggung jawab dalam melaksanakan tugas dan kewajiban yang diberikan padanya.
c.       Tabligh, adalah sifat Rasulullah SAW yang komunikatif dan argumentatif. Seorang pemimpin harus mempunyai cara penyampaian yang benar (berbobot) dan dengan tutur kata yang tepat. Artinya, berbicara dengan orang lain dengan sesuatu yang mudah dipahami dan diterima oleh akal.
d.      Fatanah, adalah sifat Rasulullah SAW yang memiliki intelektual, kecerdikan, dan kebijaksanaan.Seoran pemimpin haus dapat menumbuhkan kreatifitas dan kemampuan untuk melakukan berbagai macam inovasi yang bermanfaat.
Bennis (1994:39-42) Rasulullah SAW telah mengekspresikan sifat-sifat dasar kepemimpinan, sebagai berikut:
1.      Visioner; iasering memberikan berita gembira mengenai kemenangan dan keberhailan yang akan diraiholeh pengikutnya di kemudian hari.
2.      Berkemauan kuat; ia tetap tabah, sabar, dan sungguh-sungguh meskipun berbagai cara yang dilakukan musuhnya untuk menghentikan perjuangannya namun mereka tidak pernah berhasil.
3.      Integritas; ia dikenal memiliki integritas yang tinggi, berkomitmen terhadap apa yang dikatakan dan diputukannya.
4.      Berani; kesanggupan Rasulullah SAW memikul tugas kerasulan dengan segala resiko adalah keberanian yang luar biasa.
5.      Mendengarkan; ia mendengarkan orang-orang yang dilayani, tetapi tidak terpenjara oleh opini publik. Rasulullah SAW sangat mengutamakan musyawarah dalam pengambilan keputusan.






Antonio (2007:28) Deskripsi skills Rasulullah SAW, dapat dilihat sebagai berikut:
a.       Berpandangan jauh ke depan; ketika sedang menggali parit di sekitar Kota Madinah, Rasulullah SAW “melihat” kejayaan muslim mencapai Syam, Persia, dan Yaman.
b.      Menguasai perubahan; hijarah ke Madinah merupakan suatu perubahan yang diprakarsai Rasulullah SAW dan mampu memengaruhi peta dan arah peradaban dunia.
c.       Desain organisasi; ia mendesain bentuk tatanan social baru di Madinah segera sesudah hijrah di kota itu. Misalnya, mempersaudarakan muhajirin dan ansar, menyusun piagam Madianah, dan membangun masjid dan pasar.
d.      Pembelajaran antisipatoris; ia selalu mendorong untuk belajar sepanjang hidup.
e.       Inisiatif; penaklukan Makkah dengan damai merupakan bukti keberhasilan kepemimpinan Rasulullah SAW.
f.           Penguasaan interdependensi; ia sering meminta pendapat para sahabt dalam persoalan-persoalan strategis, mislanya dalam penentuan strategi perang dan urusan soial kemasyarakatan.
g.      Standar integritas yang tinggi; ia seorang yang adil dalam memutuskan perkara, jujur, dan toleran terhadap penganut agama lain.

Surat Al-Ikhlas dan Kehebatannya

Artinya :
"Katakanlah Dia-lah Allah Yang Maha Esa, Allah yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, Tidak beranak dan tidak pula diperanakan, dan Tiada satupun yang setara dengan Dia."

Surat Al-Ikhlas (Memurnikan Ke-Esa-an Allah SWT) adalah Surat ke-112 dalam Al-Qur an. Surat ini tergolong Surat Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan ke-Esa-an Allah dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya.

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud:
Barangsiapa membaca Surat Al-Ikhlas sewaktu sakit sehingga dia meninggal dunia, maka dia tidak akan membusuk di dalam kuburnya, akan selamat dia dari kesempitan kuburnya dan para malaikat akan membawanya dengan sayap mereka melintasi titian shirotul-mustaqim lalu menuju ke surga. (Demikian diterangkan dalam Tadzkirotul Qurthuby).

Rasulullah SAW pernah bertanya sebuah teka-teki kepada umatnya Siapakah antara kalian yang dapat mengkhatamkan Al-Qur an dalam jangka masa singkat (dua-tiga menit)?

Tiada seorang dari sahabatnya yang menjawab. Malah Sayyidina 'Umar bin Khattab r.a. (Rodliyallohu 'anhu) telah mengatakan bahwa mustahil untuk mengkhatamkan Al-Qur an begitu cepat. Kemudian Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib k.w. mengangkat tangannya, menyatakan kesanggupan. Sayyidina 'Umar berkata kepada Sayyidina 'Ali bahwa Sayyidina 'Ali (yang masih muda pada waktu itu) mungkin tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

Kemudian Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali. Rosululloh SAW menjawab dengan mengatakan bahwa Sayyidina 'Ali bin Abi Tholib benar. Kemudian menerangkan bahwa membaca Surat Al-Ikhlas sekali ganjarannya sama dengan membaca 10 juz kitab Al-Qur an atau sepertiga Al-Qur an. Jika membaca Surat Al-Ikhlas sebanyak tiga kali Khatamlah Al-Quran karena dengan membaca sebanyak tiga kali sama seperti dengan membaca 30 juz Al-Quran.

Fadhilah - Keutamaan Surat Al-Ikhlas
Berkata Ibnu Abbas r.a. bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
Ketika saya (Rasulullah SAW) melakukan perjalan isro'-miraj ke langit, maka saya telah melihat 'Arsy di atas 360,000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang sahara sebanyak 12,000 dan luasnya setiap satu padang sahara itu seluas dari timur hingga ke barat. Pada setiap padang sahara itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca Surat Al-Ikhlas. Setelah mereka selesai membaca Surat Al-Ikhlas maka berkata mereka: Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini, kami berikan kepada orang yang membaca Surat Al-Ikhlas, baik ia lelaki maupun perempuan.

Membaca Surat Al-Ikhlas memperoleh pahala seperti membaca Kitab Zabur, Taurat, Injil dan Al-Qur an.

Sabda Rasulullah SAW yang lain:
Demi Allah yang jiwaku ditangan-Nya, sesungguhnya
"Qul Huwallohu Ahad" itu tertulis di sayap malaikat Jibril a.s,
"Allohush-shomad" itu tertulis di sayap malaikat Mikail a.s,
"Lam yalid walam yuulad" tertulis pada sayap malaikat 'Izroil a.s,
"Walam yakullahu kufuwan Ahad" tertulis pada sayap malaikat Israfil a.s.

"Qul Huwallohu Ahad" itu tertulis di dahinya Abu Bakar As-shiddiq .r.a.,
"Allohush-shomad" itu tertulis di dahinya 'Umar bin Khattab r.a.,
"Lam yalid walam yuulad" tertulis di dahinya 'Utsman bin 'Affan r.a.,
"Walam yakullahu kufuwan Ahad" tertulis di dahinya 'Ali bin Abi Tholib r.a.

(Kitab Hayatun Kuluubi)
Dari A'isyah r.a., bahwasanya Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam pernah mengutus seorang shahabat dalam sebuah pertempuran. Lalu dia mengimami sholat dan selalu membaca surat Al-Ikhlas. Tatkala mereka kembali dari pertempuran mereka adukan hal tersebut kepada Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam. Beliau bersabda: "Tanyakan kepadanya apa yang melatarbelakangi dia berbuat seperti itu, merekapun menanyakannya. Lalu dia pun menjawab: "Karena sesungguhnya surat Al-Ikhlas itu mengandung sifat yang dimiliki oleh Ar-Rahman (Allah SWT) dan aku suka untuk membacanya. Maka Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kabarkan kepadanya bahwa Allah subhanahu wata'ala mencintainya" (HR. Al-Bukhari no.7375)

Dari Abu Hurairah r.a., beliau berkata: "Aku pernah bersama Rasulullah Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam dan disaat itu beliau mendengar seseorang membaca Al-Ikhlas. Lalu beliau bersabda: "Dia telah mendapatkan", Abu Hurairah bertanya: "Mendapatkan apa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Al-Jannah (surga)."(HR. At Tirmidzi)

Dalam hadits yang lain beliau bersabda: "Kecintaanmu terhadap surat Al-Ikhlas memasukkanmu ke dalam al jannah." (HR. Al-Bukhari)
Sebenarnya banyak sekali Fadhilah - Keutamaan Membaca Al-Quran, mudah-mudahan yang disampaikan ini bisa banyak bermanfa'at.

Dari 'Ali bin Abi Tholib: "Siapa saja yang duduk membaca Al-Qur an, niscaya dia akan berdiri darinya dengan tambahan atau kekurangan, yaitu bertambah dalam mendapatkan petunjuk, atau berkurang dalam kesesatan."

"Mintalah dari Allah SWT segala kebaikan dengan mengikuti Al-Qur an. Mendekatlah kepada Allah SWT dengan mencintai Al-Qur an. Janganlah memperalatnya demi mendapatkan sesuatu dari hamba-hamba Allah SWT dengannya. Tiada sesuatu sebaik Al-Qur an yang dapat dibawa seseorang ketika menghadapkan diri kepada Tuhan-nya.

Semoga Bermanfaat...
Sobat Blogger Islami

7 Tips Agar Baterai Smartphone Awet



Keberadaan smartphone sudah semakin umum dewasa ini. Kelengkapan fitur yang serba terhubung ke internet dan jejaring sosial membuat telepon genggam menjadi kebutuhan primer sehari-hari.
Keluhan yang sering terdengar dari pengguna smarphone biasanya soal daya tahan baterai. Terlalu cepat habis hingga baterai yang paling awet hanya setahun, lalu harus ganti yang baru. Apakah memang smartphone jadi 'pelahap' energi? Adakah cara membuatnya lebih awet?, coba perhatikan tips di bawah ini.
1.      Ketahui dengan baik berapa lama daya tahan baterai pada telepon genggam Anda. Artinya, harus tahu berapa kuat baterai bila telepon digunakan terus-menerus, dan berapa lama waktu siaga (standby). Dengan memahami hal ini, Anda bisa tahu kapan saat yang tepat harus men-charge baterai.
2.      Kapasitas baterai terbaik agar awet harus dalam batasan berikut: Upayakan baterai ada di atas posisi 50% dan di bawah 100%. Mengisi baterai telepon sebaiknya tidak sampai penuh (full) 100%.
3.      Membiarkan telepon genggam dalam posisi charge walau sudah mencapai kondisi full akan memperlemah daya tahan baterai dengan cepat. Jadi, perhatikan saat Anda men-charge baterai telepon.
4.      Optimalkan pengaturan pada telepon Anda. Contoh: Beberapa aplikasi harus berjalan dengan selalu terhubung ke internet seperti misalnya e-mail atau bahkan layanan GPS. Sebaiknya matikan bila tidak dipakai karena cepat menguras daya tahan baterai.
5.      Gunakan Auto-Brightness agar telepon Anda bisa mengatur sendiri kondisi cahaya pada waktu dan tempat tertentu. Mengatur kecerahan layar pada tingkat tinggi memakan daya tahan baterai.
6.      Banyak smartphone dilengkapi dengan fitur "push" untuk sinkronisasi e-mail atau account pada internet. Gunakan manual sync agar bisa menghemat baterai.
7.      Jika Anda berada pada daerah yang susah mendapat sinyal, gunakan Airplane Mode atau Flight Mode. Ponsel akan selalu mencari sinyal agar terhubung dengan jaringan, nah pada daerah tertentu hal ini membuat ponsel bekerja lebih keras. Akibatnya tentu saja membutuhkan energi lebih banyak dari baterai.
http://www.pulsk.com/290207/7-tips-agar-baterai-smartphone-awet.html

Selamat Tinggal Password, Selamat Datang Passtought

Selama ini kita sudah akrab dengan password (kata kunci), mulai dari akun e-mail, jejaring sosial, hingga perangkat elektronik lainnya. Begitu banyak yang harus diingat. Terkadang jadi masalah ketika kita lupa salah satu password yang dimiliki.

Sejumlah peneliti di UC Berkeley School of Information, Berkeley membuat terobosan agar manusia tak perlu mengingat dan menuliskan kata kunci yang biasanya berupa huruf dan angka. Tapi hanya memikirkannya.

Dengan perangkat seperti headset, alat yang bernama Neurosky MindSet ini bisa merekam kata kunci yang Anda pikirkan.

Perangkat dengan harga US$ 100 ini bisa mendeteksi kata kunci dari gelombang otak. Menurut Prof John Chuang, pemimpin penelitian ini, perangkat gelombang otak atau electroencephalograms (EEG) ini mengukur aktivitas listrik di kulit kepala dalam bentuk gelombang panjang yang terkait dengan suasana hati, keadaan mental, dan perilaku. Hasil pengukuran EEG ini dihubungkan dengan komputer atau perangkat melalui bluetooth.

"Ini seperti menghubungkan dua perangkat seperti biasanya," ujar Chuang dalam presentasinya di Workshop on Usable Security at the Seventeenth International Conference on Financial Cryptography and Data Security, Okinawa, Jepang.

Penelitian ini akan fokus pada mengembangkan agar yang user-friendly. Peneliti yakin bahwa passthought ini bisa digunakan secara aman, akurat, dan massal.


Kendala passthought
Kendala yang masih ada ialah bagaimana komputer akan membedakan pikiran satu pengguna dengan pikiran pengguna lain jika mereka memikirkan passthought yang sama. Namun, kendala ini bisa dipecahkan. Kuncinya pada kemampuan komputer untuk mengenali pengguna, alias sistem otentikasi gelombang otak.

"Dalam percobaan, tingkat kesalahan hanya 1 persen," kata Chuang. Pengguna bisa membuat passthought dalam beragam bentuk. Misalnya dengan menyanyikan sebuah nada, melakukan gerakan tertentu, dan mengingat warna tertentu.

Sebelum muncul sistem security dalam peralatan ini, peneliti telah mampu untuk untuk meretas pikiran orang. Tim lain di Berkeley menemukan bahwa mereka bisa mengambil data, seperti PIN ATM, dengan mengidentifikasi ketika pengguna sedang berpikir untuk informasi yang pribadi.

Selama beberapa dekade, para ilmuwan kognitif telah menggunakan perangkat EEG sebagai terapi untuk berbagai masalah kesehatan mental dari Attention Deficit Disorder (ADD) atau gangguan stres pasca-trauma. Dulu, perangkat EEG ini besar ukurannya. Seiring dengan perkembangan teknologi, ukurannya makin ringkas dan bisa dibawa ke mana saja.

Dengan pemanfaatan EEG untuk passthought, kemungkinan model passthought ini dipakai dalam teknologi masa depan.

http://www.pulsk.com/289578/Selamat-Tinggak-Password-Selamat-Datang-Passtought.html